Selamat Hari Tani Nasional 2020 ” Pertanian Andalan Ekonomi Nasional pada masa Covid-19″

Peringatan Hari Tani Nasional Sebagai Momentum Peningkatan Kapasitas Petani/Kelompok Tani “KRIDATANI” Desa Semedang

Hari Tani Nasional diperingati setiap tanggal 24 September di seluruh  Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Natuna, tepatnya di Desa Semedang Kecamatan Bunguran Batubi.  Sebagai salah satu rangkaian acara memperingati Hari Tani Nasional di Desa Semedang Dinas Pertanian melaksanakan  peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya padi  sawah.

Kegiatan penyuluhan budidaya tanaman padi dilaksanakan di gedung pertemuan Desa Semedang.  Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Bunguran Batubi, Kepala Desa Semedang dan seluruh  anggota kelompok tani Kridatani. Pembukaan kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Tanaman Padi Sawah di Desa Semedang, Senin (28/09/2020) dibuka oleh Camat Bunguran Batubi. Dalam sambutannya, Camat Bunguran Batubi sangat mengapresiasi semangat petani Semedang dalam memajukan kegiatan sektor pertanian di wilayahnya. Beliau berharap sektor pertanian di Semedang dapat menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat dan dapat menjadi  “Icon “daya tarik wisata dibidang Agrowisata nantinya.

Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna yang diwakili oleh , Arizatin, SP selaku Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian  menyampaikan wujud apresiasi yang begitu luar biasa kepada petani Desa Semedang yang terus semangat dalam kegiatan bertani padi sawah  demi menciptakan swasembada pangan di Kabupaten Natuna. Beliau berharap kegiatan seperti ini agar rutin terus dilakukan demi peningkatan kemampuan petani dalam penerapan teknologi terbaru dan inovasi terbaru pada kegiatan budidaya padi sawah. Selain itu juga pemuda diharapkan ikut andil dalam menggerakkan sektor pertanian karena pemuda adalah pewaris masa depan bangsa yang harus ditanamkan jiwa pertaniannya sejak dini.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan materi secara teknis dan langsung praktik dilapangan tentang teknik budidaya padi sawah. Materi teknis disampaikan oleh narasumber yaitu Ari paster.,SP yang merupakan penyuluh pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Natuna. Pemateri menjelaskan teknologi budidaya padi sawah yang lebih mudah, efisien dan gampang diterapkan oleh petani. Hal paling penting yang disampaikan penyuluh yaitu penggunaan sistem tanam yang saat ini masih secara tidak beraturan dan tidak adanya jarak antar tanaman. Penyuluh berharap petani dapat  menerapkan sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo) dan waktu tanam padi yang serempak guna menekan angka serangan hama dan penyakit pada tanaman padi sawah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi masalah pertanian padi sawah dan pembagian doorprize bagi peserta yang hadir. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan permasalahnya  kegiatan budidaya padi sawah yang dihadapinya. Salah satu petani yaitu bapak Keri mengeluhkan hama Walang Sangit  yang menyerang tanaman padinya hingga menimbulkan tingkat kehilangan hasil produksi yang tinggi. Penyuluh memberikan cara dan solusi untuk mengatasi serangan hama walang sangit yakni dengan kegiatan” GERDAL” (Gerakan Pengendalian) secara massal agar populasinya bisa ditekan. Selain cara diatas dapat pula dilakukan pemasangan bangkai kepiting atau ikan disekitar areal pertanaman padi. Walang Sangit tertarik dengan bebauan yang menyengat dan ketika ia hinggap bisa di apliksikan insektisida yang sesuai untuk membasminya. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan pola tanam serempak agar habitat Walang Sangit tidak berkembang secara pesat.

Dengan kegiatan ini diharapkan petani dapat menerapkan teknik budidaya padi sawah dengan teknologi terbaru dan efisien. Meningkatnya pengetahuan petani dibarengi agar diperoleh hasil padi sawah yang tinggi dan maksimal sehingga menciptakan swasembada pangan di Kabupaten Natuna.