Evaluasi Teknis Padi Sawah pada Kelompok Tani “Suka Makmur” Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah

 

 

 

 

Desa Air lengit merupakan salah satu lokasi program cetak sawah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kementerian diharapkan program cetak sawah yang dibangun dapat menjadi sarana produksi peningkatan hasil pangan dan mutu pangan. Peningkatan hasil pangan memberikan nilai positif baik bagi pelakunya maupun sektor usaha lainnya.

Kelompok tani ‘Suka Makmur’ Desa Air Lengit adalah salah satu kelompok tani yang terus aktif dalam upaya peningkatan mutu pangan di wilayah Kabupaten Natuna. Kelompok tani tersebut melakukan penanaman padi secara rutin dalam tiap tahunnya. Dalam satu tahunnya mereka biasanya melakukan penanaman sebanyak 2 kali. Varietas padi yang digunakan yaitu varietas Ciherang yang merupakan varietas rekomendasi yang disarankan oleh BPTP Kepulauan Riau bersama Dinas Pertanian Kabupaten Natuna.

Upaya peningkatan produksi tanaman dihadapkan pada berbagai kendala dan masalah. Kondisi tanah yang masam dan kandungan pirit tinggi menjadi penyebab utama penurunan produktifitas hasil padi, selain itu perkembangan hama dan penyakit, dan tingkat kehilangan hasil pada saat dan setelah panen yang masih tinggi dan merupakan masalah yang perlu dipecahkan. Oleh karenanya Dinas Pertanian Kabupaten Natuna melakukan evaluasi teknis kegiatan budidaya padi. Evaluasi tersebut merupakan proses yang sitematis untuk memperoleh informasi yang relevan tentang sejauh mana tujuan program penyuluhan pertanian dan menafsirkan informasi  data yang didapat sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang kemudian digunakan untuk mengambil keputusan dan pertimbangan-pertimbangan terhadap program penyuluhan yang dilakukan.

Kegiatan Evaluasi dilaksanakan pada kelompok tani ‘Suka Makmur’ Desa Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah pada tanggal 29 Juni 2020. Kegiatan diikuti oleh Kasi SDM penyuluh, penyuluh pertanian dan ketua kelompok tani ‘Suka Makmur’. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan hasil produksi padi dan peningkatan kompetensi petani dalam kegiatan budidaya padi.

Selama proses evaluasi berlangsung, Bapak Sugeng selaku Ketua Kelompok tani ‘Suka Makmur’ menyampaikan teknik budidaya padi yang diterapkan dalam kelompoknya. Penggunaan teknik budidaya padi yang diterapkannya masih menggunakan sistem tanam konvensional yang belum menggunakan baris tanam dan jarak antar tanaman yang dianjurkan penyuluh. Selain itu disampaikan juga bahwa kendala utama dalam kelompoknya yaitu ketersediaan benih padi yang layak. Padi yang digunakan merupakan benih padi yang sudah lama dan sudah turunan beberapa kali.

Proses evaluasi dilanjutkan dengan pengamatan langsung dilahan sawah petani dengan didampingi bapak Sugeng untuk memantau jumlah anakan padinya, sistem irigasi, dan kondisi tanah yang menjadi lahan pertanian sawah kelompoknya. Beliau berharap agar segera dicarikan solusi dan pemecahan masalah yang tepat yang dihadapi kelompoknya. Pada kesempatan itu penyuluh menyarankan kepada kelompok tani ‘Suka Makmur’ agar menggunakan benih yang baik, bersertifikat dan bermutu tinggi.

Setelah dilakukan Analisis Usaha Tani disimpulkan bahwa kegiatan usaha tani yang dilakukan kelompok tani ‘Suka Makmur’ tergolong layak, tetapi masih perlu adanya peningkatan produksi dan perbaikan mutu hasil taninya. Beberapa saran yang bisa diberikan guna meningkatkan mutu dan hasil produksi padi pada kelompok tani “Suka Makmur” diantaranya yaitu penggunaan benih yang bersertifikat, pengolahan lahan maksimal, penggunaan pupuk berimbang, aplikasi insektisida dan fungisida tepat sasaran/waktu, serta optimalisasi alsintan guna mengurangi angka penggunaan biaya operasional yang terlalu tinggi. Dengan kegiatan evaluasi lahan sawah ini diharapkan terjadinya peningkatan produksi dan peningkatan mutu pada usaha padi sawah di kelompok Suka Makmur.                                                                     (Bidang Penyuluhan / Ice Rifa yanti S.TP ).